Tawasul Khusus Untuk Penunduk / Mahabbah

 tawasul-khusus-untuk-penunduk-mahabbahTawasul Khusus Untuk Penunduk / Mahabbah, Tawassul khusus untuk penunduk / mahabbah. Nabi muhammad saw. -> alfatihah 1x Khusushon ilaa…( sebutkan nama lengkap orang pelet asap rokok yang di tuju bin / binti). -> baca alfatihah 41x
Syeikh abdul qodir jailani. -> alfatihah 1x
Khusushon ilaa…( sebutkan nama lengkap orang yg di tuju bin / binti ). -> baca alfatihah 41x.
Khusushon ilaa nafsi…( sebutkan nama diri sendiri berdo’a minta apa yang di inginkan terhadap orang yg kita tuju). -> alfatihah 1x.
Amalan ini bisa juga di gabung dengan amalan mahabbah / penunduk apa saja. monggo yang mau mengamalkan.

Untuk pengamalannya pelet asap rokok tiap habis sholat hajad. dan soal berapa lama ngamalinnya ya ga’ bisa menentukan, kan yang menerima do’a Alloh. kalau pengalaman dulu sich 3 – 7 hari sudah kelihatan hasilnya

☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆

Iklan

ILMU TRAWANGAN Dengan MATA TERBUKA

ILMU TRAWANGAN Dengan MATA TERBUKAILMU TRAWANGAN Dengan MATA TERBUKA, Fadhilah: derajat naik, mata dan telinga jadi tajam, dibukakkan rahasia pelet asap rokok yang ada di bumi dan langit serta ia akan dipanggil oleh apa yang tersimpan di dalam hati manusia dan ia akan mengetahui kebenarannya.

Caranya: Bersuci lahir batin, berpuasa selama 7 hari dan membaca doa di bawah ini tiap selesai shalat fardhu seribu kali.

Amalannya:

Tawassul kirim Al fatihah kepada Nabi Muhammad SAW, Syekh Abu Hasan Asy Syadzili, orang tua kita

wiridnya:

YAA HAADII YAA KHOBIIRU YAA MATIINU YAA ‘ALLAAMUL GHUYUUBA 1000 x

Artinya:

Ya Allah, Tuhan yang Maha Penunjuk, Ya Allah, Tuhan yang Maha Pengasih, Ya Allah, Tuhan yang Maha Kuat, ya Allah, Tuhan Yang Maha Mengetahui perkara ghaib.

Bila Anda menyempurnakan puasa serta tirakatnya selama 21 hari, maka dengan izin Allah SWT Anda menjadi seorang yang awas yang memiliki kemampuan pelet asap rokok mendapatkan informasi rahasia-rahasia ‘langit dan bumi’.

Ijasah selesai dan sempurna

☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆

AMALAN PERLINDUNGAN DAN PENJAGAAN

AMALAN PERLINDUNGAN DAN PENJAGAANAMALAN PERLINDUNGAN DAN PENJAGAAN, Fadhilah: Diri dan keluarga kita selalu dalam penjagaan Allah SWT, dijaga pelet asap rokok seluruh harta bendanya. Serta dikasihi dalam setiap gerak dan diamnya dari seluruh hal yang menyakiti dengan izin Allah SWT yang Maha Tinggi

Amalannya:

Tawassul/kirim Al Fatihah kepada: Nabi Muhammad SAW, Syekh Hasan Syadzili, orang tua kita. Baca tiap malam dan siang sebanyak 450 (empat ratus limapuluh) kali sesuai dengan jumlah hurufnya:

HASBUNALLOOHU WA NI’MAL WAKIL. 450 x

lanjutkan baca:

FANQOLABUU BINI’MATIM MINALLOOHI WA FADHLILLAM YAMSASHUM SU’U . 6 x

selanjutnya baca:

WATTABA’UU RIDHWAANALLOOHI WALLOOHU DZUU FADHLIN ‘ADZIIM. 1 x.

Ijasah pelet asap rokok dari kitab selesai.

Sumber: kitab Sirrul Jalil Syekh Abu Hasan Asy Syadzili

☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆

AMALAN HAJAT CEPAT TERKABUL , MENCAPAI KELUHURAN, KEJAYAAN DAN KESUKSESAN

AMALAN HAJAT CEPAT TERKABUL , MENCAPAI KELUHURAN, KEJAYAAN DAN KESUKSESANAMALAN HAJAT CEPAT TERKABUL , MENCAPAI KELUHURAN, KEJAYAAN DAN KESUKSESAN, Fadhilah: Siapa yang menginginkan hajat pelet mimpi yang sagat penting agar cepat terkabul, mendapatkan kesuksesan, derajat tinggi, luhur dan jaya.

Amalannya:

Dibaca rutin dan istiqomah, tidak ada jumlah sekian hari. yang penting ikhlas.

Tawassul/kirim Al Fatihah kepada: Nabi Muhammad SAW, Syekh Hasan Syadzili, orang tua kita.

HASBUNALLOOHU WA NI’MAL WAKIL 450 x

lanjutkan dengan:

AZIZUN KAAFII QOWIYYUN LATHIIF. 450 x

Artinya, Allah SWT Maha Luhur, Maha Mencukupi, Maha Kuat dan Maha Mengetahui.

Ijasah kitab pelet mimpi Siirul Jalil selesai.

☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆

AMALAN MAHABBAH PENGASIHAN SEJAGAD

AMALAN MAHABBAH PENGASIHAN SEJAGADAMALAN MAHABBAH PENGASIHAN SEJAGAD, Fadhilah: Dicintai semua makhluk karena kemuliaan kita. Ini adalah ilmu mahabbah yang kuat. Hati-hati dengan pelet mimpi cobaan dirayu lawan jenis.

Amalannya:

Dibaca sesuai kebutuhan. Tidak ada jumlah sekian hari. Yang penting Anda yakin dan ikhlas mengamalkannya.

Tawassul/kirim Al Fatihah kepada: Nabi Muhammad SAW, Syekh Hasan Syadzili, orang tua kita.

Apabila ada target pelet pengasihan yang khusus, tambahi dengan mengirimkan alfatihah kepada dia!

Bismillahirrohmanirrohim.

ALLADZIINA QOOLA LAHUMUNNAASU INNANNAASA QOD JAMA’U LAKUM FAKHSYAUHUM FAZAADAHUM IIMAANAWWAQOOLUU HASBUNALLOOHU WA NI’MAL WAKIILU FANQOLABUU BINI’MATIMMINALLOOHI WAFADHLILLAMYAMSASHUM SUU’UWWATTABA’UU RIDHWAANALLOOHI WALLOOHU DZUU FADHLIN ‘ADZIIM. 1 X

Artinya: (yaitu) orang-orang (yang mentaati Allah SWT dan Rasul) yang kepada mereka ada orang-orang yang mengatakan: “Sesungguhnya manusia telah mengumpulkan pasukan untuk menyerang kamu, karena itu takutlah kepada mereka”, maka perkataan itu menambah keimanan mereka dan mereka menjawab: “Cukuplah Allah SWT menjadi penolong kami dan Allah SWT adalah Sebaik-baik Pelindung”. Maka mereka kembali dengan nikmat pelet mimpi dan karunia (yang besar) dari Allah SWT, mereka tidak mendapat bencana apa-apa, mereka mengikuti keridhaan Allah SWT. dan Allah SWT mempunyai karunia yang besar.

lanjutkan dengan membaca:

HASBUNALLOOHU WA NI’MAL WAKIL 450 x

Setiap mendapat 50 x dan kelipatannya, maka baca 3 x ayat ini:

WA IYYURIIDUU AYYAKHDA’UUKA FAINNA HASBAKALLOOHU HUWALLADZII AYYADAKA BINASHRIHI WA BILMU’MINIINA WA ALLAFA BAINA QULUUBIHIM. LAU ANFAQTA MAA FIL ARDHI JAMII’AMMAA ALLAFTA BAINA QULUUBIHIM WALAAKINNALLOOHA ALLAFA BAINAHUM INNAHUU ‘AZIIZUN HAKIIM. YAA AYYUHANNABIYYU HASBUKALLOOHU WAMANITTABA’AKA MINAL MU’MINIINA.

Artinya: Dan jika mereka bermaksud menipumu, maka Sesungguhnya cukuplah Allah SWT (menjadi pelindungmu). Dialah yang memperkuatmu dengan pertolongan-Nya dan dengan Para mukmin, Dan yang mempersatukan hati mereka (orang-orang yang beriman). walaupun kamu membelanjakan semua (kekayaan) yang berada di bumi, niscaya kamu tidak dapat mempersatukan hati mereka, akan tetapi Allah SWT telah mempersatukan hati mereka. Sesungguhnya Dia Maha Gagah lagi Maha Bijaksana. Hai Nabi, cukuplah Allah SWT (menjadi Pelindung) bagimu dan bagi orang-orang mukmin yang mengikutimu.

Setelah selesai riyadhoh maka print/tulis ulang rajah hasbunallah berikut ini dan simpan ditempat yang baik. PERHATIAN: Rajahan jangan dibawa ke kamar mandi maupun toilet.

Berikut rajahnya:

rajah-sirul-jalil

Ijasah kitab Sirrul Jalil selesai.

☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆

AMALAN KECUKUPAN KEMULIAAN KEKUATAN PENGASIHAN REJEKI LANCAR DAN MEMBUKA KEMUDAHAN SEMUA URUSAN HIDUP

AMALAN KECUKUPAN KEMULIAAN KEKUATAN PENGASIHAN REJEKI LANCAR DAN MEMBUKA KEMUDAHAN SEMUA URUSAN HIDUPAMALAN KECUKUPAN KEMULIAAN KEKUATAN PENGASIHAN REJEKI LANCAR DAN MEMBUKA KEMUDAHAN SEMUA URUSAN HIDUP, Fadhilah: Kemuliaan abadi, kecukupan, kekuatan, dikasihi Allah SWT disaat susah dan senang, apapun pelet mimpi yang diminta kepada Allah SWT akan dikabulkan terkhusus masalah yang berhubungan dengan kehidupan dunia (kefakiran) yang merupaan. ujian terberat bagi manusia

Amalannya: wudhu dan shalat dua raka’at (shalat sunat). tidak ada jumlah sekian hari. jadi riyadhoh pelet mimpi dilaksanakan istiqomah seikhlasnya.

Kemudian bacalah:

HASBUNALLOOHU WA NI’MAL WAKIL 450 x

lanjutkan

YAA KAAFII 111 X.
( artinya WAHAI ZAT YANG MAHA MENCUKUPI)

lanjutkan

YAA KAAFII IKFINII NAWAAIBADDUNYA WA MASHOOIBADDAHRI WA DZULLAL FAQRI. ALLOOHUMMA YAA GHONIYYU AGHNINII BIGHINAAKA ‘AMMAN SIWAAKA WA BIJUUDIKA WA FADHLIKA ‘AN KHOLQIKA FAIINAK QULTA WA QAULUKAL HAQQUL MUBIINU (UD’UUNII ASTAJIB LAKUM). DA’AUNAAKA KAMAA AMARTANA FASTAJIB MINNAA KAMAA WA’ADDTANAA. YAA GHONIYYU (1000x) (seribu kali) AGHNINII BIGHINAAKA ‘AMMAN SIWAAKA WA BIJUUDIKA WA FADHLIKA ‘AN KHOLQIKA FAIINAK QULTA WA QAULUKAL HAQQUL MUBIINU (UD’UUNII ASTAJIB LAKUM). DA’AUNAAKA KAMAA AMARTANA FASTAJIB MINNAA KAMAA WA’ADDTANAA. ALLOOHUMMA YAA FATTAAHUFTAH LII BAABA ROHMATIKA WASBUL ‘ALAYYA SITRO ‘INAAYATIKA WA SAKKHIRLII KHOODIMA HAADZIHIL ASMAA’I BISYA’IN ASTA’IINU BIHII ‘ALAA MA’AAYISYII WA AMRO DIINII WA DUNYAAYA WA AAKHIROTII WA ‘AAQIBATI AMRII. WA SAKKHIRHU LII KAMAA SAKKHORTARRIIHA WAL INSA WAL JINNA WAL WAHSYA WATTHOIRO LINABIYYIKA SULAIMAANABNI DAAWUDA ‘ALAIHIMASSALAAMU. WA BIAHYAASYIR AHYA ADWANAA ASHBAAWA AALI SYADAA. YAA MAN AMRUHUU BAINAL KAAFI WANNUUNI. (INNAMAA AMRUHUU IDZAA AROODA SYAI’AN AYYAQUULA LAHUU KUNFAYAKUUNU). 7 X

ijasah sirrul jalil selesai dan sempurna.

☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆

Kisah Keajaiban Shalawat Yang Dialami Kiai Masduqie Machfudh

Kisah Keajaiban Shalawat Yang Dialami Kiai Masduqie MachfudhKisah Keajaiban Shalawat Yang Dialami Kiai Masduqie Machfudh, Shalawat dan shalat jamaah adalah dua “senjata” Achmad Masduqie Machfudh. Tiap menerima aduan masalah dari masyarakat, ia selalu berwasiat untuk membaca shalawat, minimal 1000 kali setiap hari dan 10.000 kali setiap malam Jum’at.

Rais Syuriyah PBNU periode 2010-2015 yang juga pendiri Pondok Pesantren Salafiyah Syafi’iyyah Nurul Huda Mergosono Malang ini memiliki pengalaman menarik tentang pelet mimpi shalawat Nabi, tepatnya pada tahun 1956, saat ia masih duduk di sebuah SLTA di Yogjakarta.

Suatu ketika, ia mendapat gangguan jin di sebuah masjid tempat belajarnya sehingga selama tiga hari Maduqie muda merasa ingin banyak makan tapi anehnya tidak bisa buang hajat. Di hari ke empat, tubuhnya pun sangat panas dan saat itu juga beliau berpesan kepada adiknya.

“Dek, nanti kalau aku mati, tolong jangan bawa pulang janazahku ke Jepara tetapi dikuburkan di Jogja saja,” pinta kiai yang wafat pada 1 Maret 2014 ini kepada sang adik. Kiai Masduqie datang ke Jogja berniat untuk mondok. Beliau khawatir syahidnya hilang jika wafat di Jogja namun jenazahnya dimakamkan di Jepara.

Sontak saja adiknya semakin khawatir kondisinya. Maka diajaklah sang kakak menemui seorang seorang kiai. “Mari kita pergi ke kiai itu, kiai yang Mas biasa ngaji di hari Ahad.”

Kiai Masduqie menerima ajakan adiknya. Pergilah beliau bersama adiknya dengan naik becak dan sampai di rumah pak kiai yang di maksud pada pukul satu malam. Ketika beliau datang, pintu rumah Pak Kiai masih terbuka. Tentu tengah malam itu sang tuan rumah sudah tidak melayani tamu, karena sejak pukul 10 malam adalah waktu khusus Pak Kiai untuk ibadah kepada Allah. Karena melihat Masduqie muda yang datang di tengah malam dengan keadaan payah, kiai pun mempersilahkan Masduqie muda beristirahat di rumah.

Masduqie muda pun tertidur di rumah kiai itu. Baru beberapa jam di rumah kiai, tepatnya pukul 3 malam, beliau terbangun karena merasa mulas ingin buang hajat. Setelah itu, rasa sakit dan panas yang dirasakan sedikit hilang.

Pada pagi harinya, beliau yang masih panas badannya bertemu dengan Pak Kiai. “Pak Kiai, saya sakit”. Bukannya merasa iba, Pak Kiai hanya tersenyum. Dan anehnya, rasa panas yang beliau rasakan hilang seketika itu.

Pak Kiai dawuh, “Mas, sampean gendeng mas.”

“Kenapa gendeng, Yai?” tanya Masduqie muda.

“Iya, wong bukan penyakit dokter, sampean kok bawa ke dokter, ya uang sampean habis. Pokoknya kalau sampean kepengin sembuh, sampean tidak boleh pegang kitab apapun,” jawab kiai.

Jangankan membaca, menyentuh saja tidak diperbolehkan. Padahal pada saat itu, Masduqie muda dua bulan lagi akan mengikuti ujian akhir sekolah.

“Yai, dua bulan lagi saya ujian, kok enggak boleh pegang buku,” Masduqie muda matur kepada Pak Kiai.

Seketika itu Pak Kiai menanggapinya dengan marah-marah, “Yang bikin kamu lulus itu gurumu? Apa bapakmu? Apa mbahmu?”

Masduqie muda menjawab, “Pada hakikatnya Allah, Yai.”

“Lha iya gitu!” timpal Pak Kiai.

“Lalu bagaimana syariatnya (upaya yang dilakukan), Yai?” tanya Masdqie muda lagi.

“Tiap hari, kamu harus baca shalawat yang banyak,” jawab, Pak Kiai.

Masduqie muda kembali bertanya, “Banyak itu berapa, Yai?”

Pak Kiai pun menjawab, “Ya paling sedikit seribu, habis baca 1000 shalawat, minta ‘dengan berkat shalawat yang saya baca, saya minta lulus ujian dengan nilai bagus’.”

Ya sudah, Masduqie muda tidak berani pegang kitab maupun buku, karena memang ingin sembuh.

Mendengar cerita dari Masduqie muda, Paman beliau marah-marah. “Bagaimana kamu ini? Dari Jepara ke sini, kamu kok nggak belajar?”

Masduqie muda tidak berani komentar apa-apa. Karena beliau menuruti dawuh kiai untuk tidak menyentuh kitab atau buku, beliau nurut saja.

Menjelang beliau ujian, pelajaran bahasa Jerman, bukunya ternyata diganti oleh gurunya dengan buku yang baru. Karena masih dilarang menyentuh buku, maka beliau tetap taat titah kiai.

Setelah ujian, Masduqie muda dipanggil guru bahasa Jerman.

Pak Guru : Kamu her.

Masduqie : Berapa nilai saya pak?

Pak Guru : Tiga!

Masduqie : Iya, Pak. Kapan, Pak?

Pak Guru : Seminggu lagi

Namun setelah seminggu, Masduqie muda tidak langsung mendatangi guru bahasa Jerman, karena larangan pegang buku belum selesai. Baru setelah selesai, Masduqie muda mendatangi Pak Guru.

Masduqie : Pak, saya minta ujian, Pak.

Pak Guru : Ujian apa?

Masduqie : Ya ujian bahasa Jerman, Pak.

Pak Guru : Lha kamu bodoh apa?

Masduqie : Lho kenapa, Pak?

Pak Guru : Nilai delapan kok minta ujian lagi. Kamu itu minta nilai berapa?

Masduqie : Lho, ya sudah Pak, barang kali bisa nilai sepuluh.

Dari nilai angka 3, karena shalawat, mingkem menjadi angka 8. Setelah itu, beliau tidak pernah meninggalkan baca shalawat. Itulah satu pengalaman shalawat KH Masduqie Mahfudz saat muda.

Wasilah untuk Atasi Penyakit dan Kesulitan

Pengalaman shalawat beliau lagi, yakni ketika Kiai Masduqie harus melaksanakan dinas dinas di Tarakan, Kalimantan Timur. Pada suatu hari, ada tamu pukul 5 sore, dan bilang ke Kiai Masduqie, “Saya disuruh oleh ibu, disuruh minta pelet mimpi air tawar.”

Kiai Masduqie mengaku masih bodoh saat itu. Seketika itu ia menjawab, “Ya, silakan ambil saja, air tawar. kan banyak itu di ledeng-ledeng itu.”

“Bukan itu, Pak. Air tawar yang dibacakan doa-doa untuk orang sakit itu, Pak,” kata si tamu.

“O, kalau itu ya tidak bisa sekarang. Ambilnya harus besok habis shalat shubuh persis.”

Kiai Masduqie menjawab begitu karena beliau ingin bertanya kepada sang istri perihal abah mertua yang sering nyuwuk-nyuwuk (membaca doa untuk mengobati) dan ingin tahu apa yang dirapalkan. Ternyata istri beliau tidak tahu tentang doa yang dibaca abahnya di rumah. Padahal Kiai Masduqie sudah janji.

Habis isya’ saat beliau harus wiridan membaca dalail, beliau menemukan hadits tentang shalawat. Inti hadits tersebut kurang lebih, “Siapa yang baca shalawat sekali, Allah beri rahmat sepuluh. Baca shalawat sepuluh, Allah beri rahmat seratus. Baca shalawat seratus, Allah beri rahmat seribu. Tidak ada orang yang baca shalawat seribu, kecuali Allah mengabulkan permintaanya.”

Setelah mencari di berbagai kitab, ketemulah hadits tersebut sebagai jawabannya. Lalu belaiu pun bangun di tengah malam, mengambil air wudlu dan air segelas, setelah itu membaca shalawat seribu kali. Allahumma shalli wa sallim ‘ala sayyidinâ Muhammad.

Setelah beliau selesai membaca seribu shalawat, beliau berdoa, ”Allahumaj’al hadzal ma’ dawâ-an liman syarabahu min jamî’il amrâdh”. Arti doa tersebut, “Ya allah, jadikanlah air ini sebagai obat dari segala penyakit bagi peminumnya”. Lalu meniupkan ke air gelas dan baca shalawat satu kali lagi. Di pagi hari, diberikanlah air tersebut kepada orang yang memintanya.

Setelah tiga hari, ada berita dari orang tersebut bahwa si penderita penyakit sudah sembuh setelah meminum air dari Kiai Masduqie. Padahal, sakitnya sudah empat bulan dan belum ada obat yang bisa menyembuhkan. Dokter pun sudah tidak sanggup menangani penyakit yang diderita orang ini dan menyarankan untuk mencari obat di luar. Anehnya, pemberi kabar itu mengatakan bahwa Kiai Masduqie selama tiga hari itu mengelus-elus perut orang yang sakit.

Mengelus-ngelus perut? Tentu saja tidak, apalagi si penderita penyakit adalah perempuan yang bukan mahramnya. Hal itu juga mustahil karena Kiai Masduqie selama tiga hari di rumah saja. Berkat shalawat, atas izin Allah penyakitnya sembuh.

Sejak peristiwa itu di Kalimantan timur Kiai Masduqie terkenal sebagai guru agama yang pintar nyuwuk. Sampai penyakit apa saja bisa disembuhkan. Jika beliau tidak membacakan shalawat, ya istri beliau mengambilkan air jeding, yang sudah dipakai untuk wudlu. Ya sembuh juga penyakitnya. Inilah pengalaman shalawat Kiai Masduqie ketika dinas di Kalimantan.

Cerita lain, suatu ketika beliau harus ke Samarinda dengaan naik kapal pribadi milik Gubernur Aji Pangeran Tenggung Pranoto. Dalam pertengahan perjalanan melalui laut, tepatnya di Tanjung Makaliat kapal yang diinaikinya terkena angin puting beliung. Maka goyang-goyanglah kapal tersebut. Kiai Masduqie sadar, berwudlu, lalu naik ke atas kapal. Beliau ajak para awak kapal untuk mengumandangkan adzan agar malaikat pengembus angin dahsyat tersebut berhenti. Lalu berhentilah angin tersebut. Inilah salah satu pengalaman shalawat Kiai Masduqie.

“Kalau ada orang menderita penyakit aneh-aneh, datang ke Mergosono, insya Allah saya bacakan shalawat seribu kali. Kalau ndak mempan sepuluh ribu kali, insyaallah qabul,” kata Kiai Masduqie saat pengajian di Majelis Riyadul Jannah.

“Berkat shalawat Nabi, sampean tahu sekarang, saya bangun pondok sampai tingkat tiga, nggak pernah minta sokongan dana masyarakat, mengedarkan edaran, proposal nggak pernah. Modalnya hanya shalawat saja. Uang yang datang ya ada juga, tapi nggak habis-habis. Itu berkat shalawat,” lanjut Kiai Masduqie dalam pengajiannya.

Kisah lainnya, suatu ketika, seorang bidan mengadu kepada Kiai Masduqie tentang suaminya yang pergi meninggalkannya karena terpikat dengan wanita lain. Ia berharap suaminya bisa kembali. Abah, demikian para santrinya menyapa, menjawab bidan tersebut dengan tegas menganjurkan untuk baca shalawat. Bidan pun secara istiqamah mengamalkannya, dan dalam selang beberapa lama suaminya kembali seraya bertobat.

Kiai Masduqie memiliki sembilan putra/putri ini yang di samping sarjana juga bisa membaca kitab semua. Saat anak beliau ada yang mau ujian, di samping putranya juga disuruh baca shalawat, belaiu juga membacakan shalawat untuk kelancaran dan kesuksesan putra-putrinya.

Kiai Masduqie pernah dawuh, ”Berkat shalawat Nabi SAW, semua yang saya inginkan belum ada yang tidak dituruti oleh Allah. Belum ada permintaan yang tidak dituruti berkat shalawat Nabi. Semua permintaan saya terpenuhi berkat shalawat”.

Shallu ‘alan Nabi Muhammad! Allahumma shalli wa sallim ‘ala sayyidina Muhammad.

Santri Pondok Pesantren Salafiyah Syafi’iyyah Nurul Huda Mergosono, Malang dan mahasiswa Fakultas Syari’ah UIN Malang. Kisah ini diperoleh pendengaran langsung penuturan Kiai Masduqie saat memberikan penggajian di Majlis Ta’liim wal Maulid Riyadhul Jannnah Malang, Jawa Timur dan kisah yang dituturkan putranya.

☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆